Dunia Film, Anime, dan Tontonan Dewasa dalam Satu Ulasan
Iklan
Film

Cara Membaca Palet Hijau Poor Things sebagai Simbol Bella

Dalam Poor Things, hijau bukan sekadar pilihan desain. Warna ini muncul berulang di gaun, latar, dan properti, lalu bergeser nadanya seiring Bella Baxter belajar tentang dunia. Membacanya memberi lapisan makna yang sering terlewat saat menonton pertama kali.

Cara Membaca Palet Hijau Poor Things sebagai Simbol Bella

Poor Things bukan film yang bisa ditonton sambil sesekali melirik ponsel. Setiap bingkainya dirancang, dan salah satu elemen yang paling rajin bekerja tanpa banyak dibicarakan adalah warna hijau. Ia muncul di gaun Bella, di dinding rumah Godwin, di dedaunan Lisbon, lalu menghilang di tengah film dan kembali dengan nada yang berbeda.

Kalau kamu baru menontonnya sekali, wajar kalau yang menempel di kepala justru ungu Paris, merah darah, atau langit biru yang dibuat berlebihan. Hijau lebih pendiam. Tapi justru karena pendiam, ia bisa dibaca sebagai penanda pertumbuhan Bella Baxter, dari tubuh yang baru belajar berjalan sampai perempuan yang akhirnya menentukan hidupnya sendiri.

Hijau sebagai Warna Tubuh yang Belum Jadi

Bagian awal film, saat Bella masih tinggal di rumah Godwin, dibangun dengan warna yang sengaja ditekan. Hitam-putih, abu, dan hijau yang pucat. Hijau di sini bukan hijau taman. Ia lebih dekat ke warna ruang operasi, kaca laboratorium, dan dinding yang belum pernah kena matahari langsung.

Iklan

Pilihan itu masuk akal secara makna. Bella di fase ini adalah organisme yang baru dirakit. Tubuhnya dewasa, isinya bayi. Hijau pucat memberi kesan sesuatu yang belum matang, seperti buah yang masih keras dan belum bisa dimakan.

Perhatikan juga bahwa Godwin dikelilingi hewan hasil eksperimen dan tanaman. Rumah itu semacam rumah kaca yang aneh: tempat tumbuh, tapi sekaligus tempat mengurung. Hijau yang sama dipakai untuk dua hal yang bertolak belakang, yaitu kehidupan dan kandang.

Lisbon dan Ledakan Hijau yang Basah

Begitu Bella keluar dari rumah itu, palet film ikut meledak. Lisbon bukan lagi hitam-putih. Warnanya pekat dan hangat, dan salah satu yang paling menonjol justru hijau: tanaman di taman, kain, cat bangunan, sampai langit yang kadang terasa terlalu biru-hijau untuk disebut realistis.

Di sini hijau berubah fungsi. Ia tidak lagi berarti belum matang, tapi sedang tumbuh. Bella makan kue, menari, berjalan sendiri, dan melakukan kesalahan. Hijau jadi warna rasa ingin tahu.

Yang menarik, sekuens penuh warna ini dikerjakan dengan pendekatan kamera yang sengaja dilebih-lebihkan. Lensa lebar, sudut aneh, dan komposisi yang membuat ruangan terasa bengkak. Hijau yang sudah menyala ditambah distorsi itu membuat dunia terasa seperti baru dibuka dari plastik.

Hijau yang tak pernah terasa seperti alam bebas

Satu hal yang membuat palet ini terasa khas: hampir tidak ada hijau di Poor Things yang benar-benar terasa seperti alam liar. Hijau di taman Lisbon tetap terasa diatur, dipangkas, dan ditaruh di depan kamera dengan sengaja. Dunia Bella bukan alam; ia adalah panggung yang tumbuh bersama pemiliknya.

Saat Hijau Menghilang di Paris

Lalu Bella pergi ke Paris dan hijau nyaris hilang. Ruangannya jadi ungu, merah marun, emas kusam. Ini bagian film yang paling sering dibahas karena isinya, dan memang secara warna, inilah titik di mana kepolosan Bella dijual dan dibeli.

Hilangnya hijau bukan kebetulan. Kalau hijau tadi berarti pertumbuhan, maka ruang tanpa hijau berarti pertumbuhan yang dihentikan paksa. Bella di Paris bukan sedang tumbuh; ia sedang bertahan. Warna-warna di sekitarnya mewah, tapi tidak hidup. Tidak ada yang tumbuh di kasino dan kamar sewa.

Duncan dan warna yang memudar

Hal serupa terjadi pada Duncan Wedderburn. Kostumnya yang semula penuh warna berangsur mengendur dan kusut, sementara Bella justru makin mantap. Warna tidak dibagi rata di film ini. Ia bergerak mengikuti siapa yang sedang berubah.

Kembali ke London dengan Hijau yang Berbeda

Di babak akhir, Bella kembali ke London, dan hijau ikut kembali. Tapi bandingkan nadanya dengan awal film. Hijau di akhir lebih dalam, lebih tenang, dan tidak lagi dipakai untuk mengurung. Bella masuk ke rumah yang sama, dengan tubuh dan pikiran yang sudah berbeda, dan warna di sekitarnya mengikuti.

Ini bagian yang paling saya suka dari cara Yorgos Lanthimos dan timnya mengatur warna. Tidak ada satu momen besar yang menjelaskan semuanya. Tidak ada adegan di mana seorang karakter berkata bahwa hijau berarti pertumbuhan. Perubahan itu terjadi perlahan, lewat pengulangan, dan baru terasa kalau kamu membandingkan adegan awal dengan adegan akhir.

Cara Menonton Ulang dan Menguji Sendiri

Kalau kamu ingin membuktikan bahwa hijau memang bekerja sebagai simbol, coba lakukan ini saat menonton ulang:

  • Catat setiap adegan yang punya elemen hijau besar. Tandai apakah Bella sedang tumbuh, diam, atau ditekan di adegan itu.
  • Perhatikan gaun dan pakaian Bella. Warna kostumnya bergerak seiring perubahan perilakunya.
  • Bandingkan rumah Godwin di awal dan di akhir. Perhatikan apakah hijau di ruangan itu berubah nada atau tetap.
  • Jangan hanya fokus pada warna yang mencolok. Hijau di film ini sering muncul sebagai latar, bukan pusat perhatian.

Yang perlu diingat, warna dalam film tidak pernah berdiri sendiri. Ia bekerja bersama kostum, set, cahaya, dan pilihan lensa. Mengaitkan hijau dengan pertumbuhan Bella adalah satu cara membaca yang masuk akal, bukan satu-satunya cara. Tapi setidaknya, membaca warna membuat menonton kedua kali terasa seperti menonton film yang berbeda.

Poor Things adalah film dewasa dalam arti yang sebenarnya. Bukan semata karena adegannya, tapi karena ia menuntut penontonnya ikut berpikir. Dan hijau, warna yang paling sering diabaikan, ternyata salah satu kunci paling tenang di dalamnya.

Iklan

Artikel Lainnya